ITHB Dukung Industri Kreatif Melalui Fashion Apparel Design

Fesyen tidak mungkin bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Fungsinya pun tidak semata sebagai pelindung tubuh, melainkan lebih kompleks dari itu : fesyen adalah  alat penunjuk identitas kelas sosial, status, budaya, pekerjaan, gender sampai ke gaya hidup seseorang. Fakta ini menyebabkan kebutuhan manusia akan pakaian dan aksesorisnya cenderung bertambah; terlihat dengan semakin cepatnya perputaran tren fesyen dunia dan maraknya pemain baru di bisnis ini. Untuk ini, industri fesyen membutuhkan banyak sumber daya manusia dengan keahlian di bidang fashion apparel design untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat urban.

 

Prospek Karier Cerah

Mentri Perindustrian Saleh Husin dalam pembukaan Indonesia Fashion Week 2016 menyatakan bahwa industri fesyen Indonesia melesat menjadi salah satu primadona subsektor Industri Kreatif. Menurut data Tim Studi Ekonomi Kreatif – Kemenparekraf 2014, subsektor Fesyen menyumbang sebesar 28,29% PDB Industri Kreatif. Subsektor Fesyen juga menyerap tenaga kerja paling banyak  dan laju pertumbuhan ekspor tertinggi di antara subsektor Industri Kreatif (9,51%).

Perhatian khusus pemerintah turut membuat industri fesyen berkembang. Terbukti dengan bermunculannya event-event nasional yang berhubungan dengan bisnis fesyen, antara lain Indonesia Fashion Week, Jakarta Fashion Week, Jember Fashion Carnival, Jogja Fashion Week, Brightspot, Trademark dan lain sebagainya. Di event-event ini kita bisa melihat dari tahun ke tahun muncul berbagai macam brand fesyen lokal.

Kota Bandung menjadi salah satu pusat indutri kreatis sekaligus anggota UNESCO Creative Cities Network, dan telah menghasilkan banyak anak muda pelaku industri fesyen. Di antaranya  industri sepatu, perhiasan, tas, dan segala bentuk aksesori lain. Distro pun bermunculan di berbagai sudut kota Bandung. Bandung memang memiliki ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pola pikir kreatif. Selain itu, ada beberapa lembaga pendidikan di berbagai jenjang dan kursus yang mendukung perkembangan industri fesyen di Bandung. Sayangnya sampai saat ini Bandung, bahkan Jawa Barat, masih belum memiliki pendidikan tingkat sarjana dalam jumlah memadai untuk memenuhi kebutuhan fashion apparel design.

Untuk menjawab kebutuhan ini, maka Institut Teknologi Harapan Bangsa, yang sebelumnya telah dikenal unggul pada tingkat nasional melalui prodi Desain Komunikasi Visual, membuka program S-1, Fashion Apparel Design pertama di Indonesia. Mengapa industri fesyen membutuhkan SDM yang memilki tingkat pendidikan program S-1 dan bukan hanya mereka yang memiliki bakat alami atau keterampilan yang dipoles di program-program pelatihan atau kursus? Karena melalui program S-1 akan dihasilkan SDM yang bukan hanya memiliki keahlian desain, tetapi juga mengenal dan menguasai secara menyeluruh berbagai aspek bisnis dari industri kreatif, misalnya pengelolaan produksi dan pemasaran produk, yang penting khususnya bagi mereka yang bercita-cita menjadi seorang wirausaha di bidang ini.

Program di Fashion Apparel Design di ITHB ini memiliki beberapa keunggulan unik, seperti:

  1. Kurikulum yang berorientasi pada peningkatan kreatifitas dan pembentukan kemampuan wirausaha di bidang fashion apparel
  2. Tenaga pengajar yang sekaligus merupakan pelaku langsung industri fesyen.
  3. Sarana dan prasarana yang lengkap serta lingkungan yang nyaman yang membantu optimalisasi perupaan desain setiap karya yang di buat setiap mahasiswa

Dengan bergabung di Prodi Fashion Apparel Design ITHB,  dan berkuliah di salah satu jantung industri kreatif Asia, seseorang akan siap menjadi pelaku industri fashion apparel, bahkan pada tingkat global seperti yang telah dibuktikan banyak lulusan ITHB, karena telah diperlengkapi dengan komprehensif dari berbagai sisi yang mutlak diperlukan untuk menjadi pelaku yang kompeten di industri kreatif yang sedang dan akan terus berkembang pesat ini.