Lulusan ITHB Raih Beasiswa Bergengsi ke Skotlandia

Menjadi dosen di ITHB bukan sekedar mengajar di kelas lalu selesai, namun  dosen adalah juga inspirator bagi mahasiswanya. Almarhum Bapak Edward Purba, kepala program studi Teknik Informatika ITHB terdahulu, pernah berpesan kepada salah seorang lulusan mantan mahasiswanya, Ferdinand Andre Ginting Munthe, yang saat itu sedang bekerja di lembaga pemerintahan, “Kalau kita hanya mengritik dari luar, tidak akan mengubah apa-apa. Perubahan harus dilakukan dari dalam.”

Sebelumnya, saat lulus tahun 2006, Ferdinand berdiskusi dengan dosen pembimbingnya, Ibu Ria Moedomo, tentang keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2). Bu Ria sangat mendukung dan memberikan banyak informasi tentang beasiswa.

Hubungan hangat dosen dan mahasiswa ITHB menjadi salah satu penentu jalan hidupnya. Ferdinand mengaku, jika tidak bertemu Pak Edward dan Bu Ria, mungkin ia akan mengambil jalur karier yang sangat berbeda. Menurutnya, para alumni ITHB  mengakui bahwa dosen-dosen mereka memiliki banyak pengalaman nyata, komitmen, dan dedikasi yang tinggi, serta tidak sekedar unggul di teori.

Ferdinand mengawali karier dengan menjadi programmer lepas untuk proyek dari BP Migas, Pertamina – Telkom, Maras, dan PLN DJBB Bandung. Tahun 2009 ia diterima di Direktorat Jenderal Pajak, mengalahkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia.

Soft skill dan sikap yang dibentuk di ITHB berperan penting dalam pekerjaan saya. Communication skill membantu saya berinteraksi dan menyampaikan pendapat dengan efektif kepada orang lain.” Selain itu, dengan bekal sikap bekerja sungguh-sungguh dan jujur yang terbentuk selama kuliahnya, Ferdinand menerima penghargaan Pegawai Berkinerja Terbaik Dirjen Pajak tahun 2012 karena performa kerjanya di atas standar.

Tahun 2014 Ferdinand mendapatkan beasiswa bergengsi SPIRIT (Scholarship Program for Strengthening the Reforming Institutions) bersama 44 rekan lain mengalahkan 1.500 kandidat dari Kemenkeu dan Bappenas. Ia melanjutkan studi di jurusan Advanced Design Informatics, The University of Edinburgh, Skotlandia, kampus peringkat 19 dunia (topuniversities.com). Belajar di negeri orang merupakan pengalaman yang berharga. Di luar proses belajarnya yang melelahkan dan tuntutan untuk banyak menulis, saya dapat berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang dan budaya berbeda, serta belajar dari mereka.”

Pada Juli 2017, Ferdinand akan menyelesaikan studinya dan kembali berdinas di Indonesia. Ia berharap dapat mempraktikkan keahlian barunya di bidang teknologi informasi demi meningkatkan layanan Dirjen Pajak bagi masyarakat Indonesia, persis seperti harapan para dosen di kampusnya dahulu.

Ferdinand Andre Ginting Munthe
Staf Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan
Lulusan Teknik Informatika 2006.