Karier Global Jalur Cepat

Banyak generasi muda, khususnya siswa SMA yang tidak berani untuk bermimpi meraih kesempatan bekerja, berkarier bahkan berbisnis di negara lain. Hal yang sama juga terjadi di kalangan mahasiswa dan sarjana. Banyak dari mereka yang mendapat kesempatan berkuliah di kota besar seperti Bandung yang setelah lulus pada akhirnya cukup puas untuk kembali mengambil kesempatan di kota asal mereka, atau di kota-kota besar di Indonesia.

Padahal pengalaman bekerja dan berkarier di mancanegara, khususnya di negara maju, akan memberikan banyak sekali keuntungan bagi kita. Dengan bekerja di negara maju, kita bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang peluang bisnis, cara berbisnis yang berbeda, serta mempelajari bagaimana teknologi maju diterapkan dengan lebih baik.

Kebiasaan hidup dan etos kerja pun sudah pasti akan meningkat, karena di negara maju efisiensi dan produktivitas sangat diutamakan. Kita akan terbiasa berorientasi pada tujuan, bekerja dengan disiplin tinggi, dan mengikuti dan menaati sistem dan tata kerja yang baik, bukan asal bekerja atau asal selesai.

Interaksi dengan rekan kerja dari berbagai negara lain juga sudah pasti meningkatkan kemampuan kita dalam berbahasa asing dan untuk beradaptasi dengan budaya yang berbeda. Akibatnya, kita tidak lagi canggung bergaul secara profesional dengan warga dunia lainnya. Selain itu kita juga dapat membentuk jaringan pertemanan dan persahabatan secara internasional, yang pasti akan menjadi nilai yang menambah daya saing kita dalam meniti karier jika suatu ketika kembali ke Indonesia.

Keuntungan lainnya adalah kesempatan mengunjungi tempat-tempat wisata dan terkenal di mancanegara. Dan yang tidak kalah pentingnya, kita akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik, karena ide dan kemampuan kita umumnya dihargai dengan lebih baik di negara-negara maju. Dengan demikian, tidak sedikit lulusan Indonesia yang bekerja di negara maju, ketika kembali telah berhasil menabung dan mengumpulkan modal untuk memulai usahanya sendiri.

Mengapa Tidak Mau Berkarier Global?

Setidaknya ada dua alasan mengapa anak muda Indonesia tidak mencoba untuk bekerja di luar negeri. Pertama, merasa tidak percaya diri dari segi skill (kemampuan), bahasa, dan budaya. Kedua, mereka tidak mengetahui peluang apa yang bisa terbuka lebar dan bisa dimanfaatkan oleh kaum terdidik Indonesia. Selama ini, citra tenaga kerja Indonesia di luar negeri hanyalah sebagai tenaga kasar TKI (‘blue collar’) dan bukan menjadi profesional ‘kantoran’ yang bergengsi.

Jangan berhenti di sini. Teruskan membaca tulisan di bawah ini supaya tahu bahwa ada banyak peluang global yang terbuka, dan kita generasi muda Indonesia sangat bisa memanfaatkannya.

Revolusi Industri 4.0 Membuka Peluang Baru yang Terbuka Lebar

Generasi muda kita perlu memahami bahwa revolusi industri ke-4 sedang terjadi secara besar-besaran di seluruh dunia. Perubahan akibat teknologi Internet membuat dunia bisnis beralih dari yang menggunakan sistem komputer atau otomasi sederhana (tradisional) kepada menjadi bisnis yang mengandalkan cyber-physical system yaitu sistem di mana manusia, mesin, informasi, aliran uang, aliran barang dan jasa terhubung oleh jaringan Internet dan mobile, serta didukung oleh teknologi cerdas: seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), machine learning, data science, dan lain sebagainya.

Perubahan pesat ini menuntut dunia bisnis di seluruh dunia (secara global) untuk memperbaharui sistem bisnis dan infrastruktur IT pendukungnya, atau mereka akan ditinggal oleh pesaingnya. Ada banyak contoh yang bisa kita amati, bahkan di negara kita sendiri Indonesia. Belum lama ini kita mendengar perusahaan taksi dan ojek protes karena pasar mereka ditelan begitu saja oleh perusahaan baru ojek online. Hotel-hotel juga harus bersaing dengan apartemen dan rumah yang disewakan melalui jasa online. Nah, untuk bertahan perusahaan-perusahaan tersebut harus mengubah sistemnya menjadi terkoneksi atau mereka mati ditinggal pelanggannya.

Perubahan sistem dan pengembangan bisnis baru seperti di atas membutuhkan banyak sekali ahli pemrograman, pengolahan data (data scientist), ahli jaringan, ahli keamanan (cybersecurity), ahli jaringan mobile dan teknologi informasi (IT). Nah banyak sekali anak-anak muda Indonesia yang berpikiran maju, memilih untuk tidak mempelajari hal-hal yang sudah populer di masa lalu (‘jurusan-jurusan mainstream’), tetapi belajar hal-hal yang baru tersebut seperti Teknologi Informasi, Informatika dan Online Business.

Mereka inilah yang akhirnya sukses mengambil peluang terbak di tingkat global.

Karier Global: Nyata dan Bukan Sekedar Impian

Nah sebagian dari kita mungkin bertanya apakah ada anak-anak muda Indonesia yang mampu menembus karier global sebagai profesional dan berhasil memanfaatkan peuang di atas?

Jawabannya: ada, bahkan cukup banyak anak muda Indonesia yang sukses di tingkat global. Salah satu contoh aktual yang dapat dilihat adalah para lulusan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), kampus dengan lulusan yang dikenal sukses mendunia.

Tahun 2010, Accenture perusahaan konsultan IT nomor satu dunia yang bermarkas di Amerika Serikat datang ke ITHB untuk melaksanakan recruitment on campus untuk memenuhi kebutuhan mereka akan konsultan. Accenture dikenal sebagai perusahaan yang sangat bergengsi, yang merekrut lulusan-lulusan dari perguruan tinggi terbaik di dunia.

Ketika itu, kantor cabangnya yang di Malaysia membutuhkan beberapa konsultan IT untuk proyek implementasi teknologi tinggi untuk klien mereka, sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Kuala Lumpur.

Ternyata kinerja lulusan ITHB di Accenture Malaysia sangat berkesan. Perusahaan ini pun telah 11 (sebelas) kali datang dari Malaysia ke kampus untuk merekrut lulusan ITHB. Sampai saat ini 65 (enam puluh lima) lulusan ITHB telah direkrut oleh Accenture Malaysia. Bahkan Accenture Singapore dan Jakarta pun kini merekrut lulusan ITHB.

Mr. Donald Tirtaatmadja (Senior Manager dari Accenture Singapura dan Head of Indonesia Delivery Center) mengatakan bahwa salah satu alasan mengapa mereka memilih lulusan ITHB dari sekian banyak pilihan lulusan perguruan tinggi di Malaysia dan Indonesia adalah karena lulusan ITHB dikenal kompeten dan suka belajar. Mereka memiliki karakter dan profesionalisme yang baik serta bisa diandalkan.

Kisah sukses lainnya adalah tentang enam lulusan ITHB yang bekerja di ISFNet. Perusahaan yang bermarkas di Tokyo ini bergerak di bidang konsultan teknologi informasi. Melalui proses seleksi ketat dari berbagai perguruan tinggi ternama di Bandung, mereka memilih untuk mempersiapkan beberapa mahsiswa ITHB dan kampus lainnya untuk menjadi konsultan IT di Jepang.

Seluruh mahasiswa tersebut dibiayai semasa kuliah di tingkat akhir untuk kursus bahasa Jepang selama 1 tahun di kota Bandung. Setelah lulus kursus bahasa, mereka seluruhhya diwawancara langsung oleh pimpinan puncak dan CEO perusahaan tersebut dari Jepang.

Syarat kemampuan teknis dan bahasa yang diterapkan perusahaan ini sangat ketat, karena begitu mereka bekerja di Jepang, para konsultan ini akan langsung berhadapan secara profesional dengan klien-klien perusahaan ISFnet dengan menggunakan bahasa Jepang. Hasil yang dicapai lulusan ITHB luar biasa, karena 6 dari 7 profesional yang akhirnya dikirim dan berkarier di bidang IT di Jepang berasal dari ITHB.

Cindy Himawan tidak memiliki latar belakang keluarga yang penuh kemewahan, bahkan ibunya harus berjuang keras untuk bisa membiayai studi Cindy. Dengan keterbatasan itu, pada tahun 2006 Cindy berhasil mendapatkan gelar Sarjana Sistem Informasi di Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB). Kompetensinya terbukti membuka banyak pintu – sejalan dengan karakter dan kebulatan tekadnya untuk sukses.

Lima tahun setelah lulus, Cindy telah menyelesaikan proyek teknologi informasi dengan penugasan dari perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia. Dimulai dari Jakarta, ia kemudian memperoleh pengalaman kerja di Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Taiwan, Vietnam, Korea, Jepang, Argentina, Brazil, India, Tiongkok dan Amerika Serikat.

Semakin terbuka lebarnya peluang karier global membuat salah satu alumnus ITHB, Hendry Soetardjo Nanuru, juga merasakan dampak positifnya ketika Ia berhasil dipercaya sebagai project manager oleh salah satu perusahaan mobile application di Amsterdam pada saat ia masih magang.

blank
Hendry Soetardjo Nanuru, S.Ds.

Setelah tiga bulan bekerja magang di salah satu perusahaan desain di Belanda, saya langsung diberi kepercayaan untuk membuka kantor cabang di Indonesia. Sesuatu yang sulit dipercayai. Air mata menetes saat saya bersepeda kembali ke stasiun kereta sewaktu itu. Gelar Managing Director saya sandang di usia saya yang ke-23 tahun. Uniknya, saya diminta untuk membuat Business Plan untuk melihat prospek ke depan. Bagi mahasiswa yang baru mengecap dunia kerja tentu saja terasa sulit. Namun karena saya sudah dilengkapi dengan pengetahuan Leadership and Entrepreneurship oleh CRC (Career Resource Center) maka tanpa ragu saya berhasil meyakinkan partner business saya tentang prospek bisnis di Indonesia. Saya kemudian diberi kepercayaan untuk memonitor empat karyawan yang di antaranya alumni ITHB juga.

Lulusan 2008 - Visual Design Consultant Nanuru Design di Belanda

Selain itu, tidak akan ada lulusan yang berhasil di dunia kerja tanpa persiapan, dari hal itulah sebagai kampus terbaik Bandung, ITHB memiliki program Career Reosurce Center (CRC) yang telah membantu banyak lulusan bekerja di luar negeri, contohnya adalah Hermanto Tjieo, S.T yang kini telah bekerja di konsultan teknologi informasi di Mckinney, Texas.

Hermanto Tjioe, S.T.

Saat saya melamar kerja di perusahaan asing, selain kemampuan teknis, mereka sangat mengutamakan integritas dan kredibilitas yang saya tunjukkan melalui tanggung jawab yang tinggi dalam pekerjaan sebelumnya. Persiapan dari CRC dan keterlibatan saya di persekutuan mahasiswa Harapan Bangsa (Harapan Bangsa Student Fellowship) membuat saya memiliki skill yang relevan dan bisa menjaga integritas diri.

Lulusan 2008 - Oracle ERP SCM Consultant di Intellium, Inc di Texas, USA

Tahun 2014 Ferdinand mendapatkan beasiswa bergengsi SPIRIT (Scholarship Program for Strengthening the Reforming Institutions) bersama 44 rekan lain mengalahkan 1.500 kandidat dari Kemenkeu dan Bappenas. Ia melanjutkan studi di jurusan Advanced Design Informatics, The University of Edinburgh, Skotlandia, kampus peringkat 19 dunia. “Belajar di negeri orang merupakan pengalaman yang berharga. Di luar proses belajarnya yang melelahkan dan tuntutan untuk banyak menulis, saya dapat berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang dan budaya berbeda, serta belajar dari mereka.”

Hubungan hangat dosen dan mahasiswa ITHB menjadi salah satu penentu jalan hidup bagi Ferdinand. Ferdinand mengaku, jika tidak bertemu Pak Edward dan Bu Ria, mungkin ia akan mengambil jalur karier yang sangat berbeda. Menurutnya, para alumni ITHB mengakui bahwa dosen-dosen mereka memiliki banyak pengalaman nyata, komitmen, dan dedikasi yang tinggi, serta tidak sekedar unggul di teori.

Pasca lulus dari ITHB, Lili Yanti diterima sebagai mahasiswi pascasarjana di National Taiwan University, sebuah kampus dengan reputasi internasional. Dua tahun kemudian, ia mendapatkan pekerjaan sebagai manajer rantai pasok untuk perusahaan Belanda yang berlokasi di Taipei.

Lily tidak pernah melupakan seberapa dekat hubungan dengan para dosen ITHB yang mendidik kepercayaan dirinya untuk memulai karier. Lily melakukan perjalanan khusus untuk bertemu dengan para pemimpin Kampus Harapan Bangsa saat mereka sedang berada di Taipei.

Kisah Sukses: Masih Banyak Lainnya

Lulusan ITHB juga sukses di berbagai negara lain seperti Singapura, Taiwan, Inggris, Australia, dan masih banyak negara lainnya. Inilah kisah sebagian dari mereka.

Kunci Sukses untuk Karier Global Jalur Cepat

Keberhasilan anak-anak muda Indonesia di tingkat global, khususnya lulusan ITHB tentunya tidak dicapai begitu saja tanpa usaha. Ada formula penting yang selalu ITHB ajarkan untuk mahasiswanya, yaitu Q + 3C + P.

 

Q = Qualification

Semua mahasiswa ITHB akan dipandu bukan hanya untuk mendapatkan ijazah sarjana, tetapi memenuhi standar kualifikasi yang diharapkan di tingkat global. Mereka diperlengkapi sertifikasi-sertifikasi profesional seperti Oracle, SAP, Cisco, Adobe, ACCA hingga Google. Mereka juga dibimbing agar mendapat nilai TOEFL yang membuat mereka mampu bersaing di karier global.

 

3C = Competence, Character, Calling

Selain berkualitas global, lulusan ITHB juga banyak direkrut oleh perusahaan-perusahaan terbaik dunia karena kompetensi yang relevan dengan pertumbuhan industri terkini (up to date), karakter yang penuh tanggung jawab, jujur dan dapat diandalkan. ITHB juga ingin setiap lulusannya bukan hanya sukses mengembangkan karier, tetapi juga menemukan panggilan hidupnya (calling) masing-masing agar dapat mengabdikan diri untuk membawa perubahan positif di tengah masyarakat setelah lulus.

 

P = Performance

Lulusan ITHB diarahkan untuk senantiasa mengutamakan hasil kerja (performance) dan pencapaian tujuan dalam bekerja. Dengan modal kualifikasi yang memenuhi persyaratan di tingkat global, kompetensi, karakter penuh tanggung jawab, jujur, dan dapat diandalkan, serta mengenal tujuan hidup, maka lulusan ITHB dikenal orang-orang yang memberikan memberikan dampak dan kinerja positif di tengah masyarakat. Inilah sebabnya, perusahaan-perusahaan besar dunia terus kembali merekrut lulusan ITHB.

Bukan Hanya Karier Global, Tetapi Jalur Cepat!

Kesemua elemen penting dalam formula di atas ditanamkan sejak semester pertama berkuliah di ITHB. ITHB juga menyiapkan fasilitas Career Resource Center (CRC) untuk mempersiapkan para mahasiswanya untuk karier global sejak awal.

Mahasiswa memulai perencanaan karier semenjak tingkat pertama, dengan mengidentifikasi skill, ketertarikan, dan bakat yang sudah dimiliki. Sepanjang tahun kedua dan ketiga, staf profesional CRC dan para dosen mendampingi mahasiswa dalam meraih sertifikasi profesional yang berlaku secara internasional, menulis CV, mengembangkan portofolio, dan menemukan tempat untuk internship dan magang.

Di tahun terakhir, CRC menghubungkan mahasiswa dengan perusahaan dan pemilik pekerjaan, menjadwalkan wawancara on-campus, memberikan informasi lowongan pekerjaan, serta memberikan pelatihan bagi mahasiswa dalam menghadapi interview pekerjaan.

Itulah sebabnya ITHB setiap tahun selalu menghasilkan lulusan-lulusan yang siap untuk karier global di jalur cepat. Data terakhir menunjukkan bahwa 50% (setengah) dari mahasiswa ITHB tingkat akhir sudah direkrut perusahaan-perusahaan terbaik sebelum mereka diwisuda. Jadi tidak perlu buang waktu, segeralah melangkah dan miliki karier global di jalur cepat.

Kamu pun Bisa Memiliki Karier Global di Jalur Cepat

Di ITHB terdapat banyak pilihan program studi yang menawarkan prospek untuk sukses di tingkat global, seperti yang telah dibuktikan ribuan lulusan ITHB yang sukses di mancanegara.

Program studi di ITHB adalah program-program studi yang inovatif untuk menjawab tantangan di era revolusi industri 4.0. Misalnya, program studi Supply Chain Management (SCM) yang merupakan program studi logistik pertama di Indonesia yang berbasiskan teknologi informasi. Maraknya bisnis online akan menuntut sistem delivery yang baik, dan saat ini sangat sedikit perguruan tinggi yang menyelenggarakan program ini. Ini sebabnya program SCM ITHB mendapat penghargaan dari Bapak Presiden Jokowi karena menjawab kebutuhan real ekonomi Indonesia yang terdiri dari banyak pulau.

Selain itu ada juga program studi Online Business yang mempersiapkan lulusannya dengan 3 kemampuan utama yang dituntut di era digital, yakni kemampuan bisnis, penguasaan teknologi, dan kreativitas. Untuk mencapai kemampuan tersebut, program ini menggabungkan keahlian dari 3 prodi terbaik di ITHB yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika, dan Manajemen.

Daftar lengkap program studi ITHB bisa dilihat di halaman program studi.

 

Nah, kamu tidak perlu bingung. Untuk memulai karier global di jalur cepat, ambillah langkah awal dengan memilih program studi yang tepat, yakni yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuanmu. Untuk itu ITHB menyediakan Online Assessment Program (OAP).

Untuk memberikan insentif kepada calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik yang baik di Gelombang Late (s.d. 31 Juli 2019), mulai tahun ini ITHB memberikan Potongan Biaya Pengembangan s.d. 50 persen (senilai sampai dengan Rp. 13 juta) melalui Online Assessment Program (OAP). Keuntungan jalur selektif ini tentunya jauh lebih baik daripada jalur biasa (Non-OAP) yang memberikan potongan hanya 15 persen.

Apa saja keuntungan mengikuti Online Assessment Program (OAP) dibanding dengan program biasa (Non-OAP)?

Potongan tersebut tidak berlaku untuk pendaftaran biasa di Gelombang Late (potongan maksimum 15%, 1 April – 31 Juli 2019).

Ayo, jangan lewatkan kesempatan ini dengan mendaftar sekarang juga.

Isi form Info Kuliah Karier Global untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai Online Assessment Program.

Info Kuliah Karier Global